Resensi novel "Cinta Afika"
terkadang ada asamnya juga,seperti jeruk.
Judul : Cinta Afika
Penterjemah : -
Penulis : Melia Love
Penerbit : MEDIA PRESSINDO
Tahun terbit : Tahun 2012
Cetakan : Cetakan Pertama, 2012
Tebal Buku : 107 halaman
Harga Buku : 20.000
Fino
melempar bola kertas yang terakhir sekaligus yang paling besar. Bola kertas itu
melewati Zero yang mengelak sambil menunduk. Bola kertas itu terus
bergerak,melayang, dan berputar-putar menuju ke arah seorang gadis yang
berjalan sambil membaca buku.
ZZZHTTTT
Dengan
sigap gadis itu memiringkan kepalanya ke kanan dengan gerakan badan mengikuti
ayunan kepala. Bola kertas itu melewati kepalanya kemudian mendarat mulus di
lantai.
“beruntung
banget sih lo sheil! gue mupeng banget nih.eh,tapi lo dapet duit dari mana?
Jangan bilang dari nyokap lo,karena gue yakin lo masih dapat hukuman
pemangkasan uang jajan gara-gara keborosan lo itu” tanya Gita.
“ah,lo
kayak nggak tahu gue aja. Buat apa punya pacar tajir kalau nggak di manfaatin,”
Sheila menjawab cuek.
“what?
Maksud lo Fino?” Sheila hanya menjawab dengan senyum nggak jelas.
Tekad
fino sudah bulat,ia akan memutuskan Sheila dan melepaskan semua atribut
kemewahannya. Ia lelah menyadari kenyataan bahwa orang-orang di sekelilingnya
terbukti hanya memanfaatkannya saja.
Fino
memasuki gerbang sekolah barunya.SMA Tunas Harapan. Sekolah ini hampir sama
mewahnya dengan sekolah Fino yang dulu. Bedanya adalah siswa yang bersekolah
disini tak hanya dari kalangan atas namun anak-anak kurang mampu yang
berprestasi di bidang akademik bahkan olahraga. Umumnya mereka mendapatkan
beasiswa dari sekolah .
Fino
duduk di ruang UKS,dirinya sibuk memerhatikan Afika yang bergerak mengambil
kapas dan beberapa obat. Fino tersenyum geli melihat kondisinya saat ini.
Mungkin ini yang dinamakan sengsara membawa nikmat.pikirnya.
Fino
terus menatap wajah Afika,entah kenapa dia merasa sangat tenang saat menatap
wajah cantik itu. mendadak dia ingin berlama-lama diobati Afika. Bahkan dia
berharap lukanya semakin melebar.
Penggunaan
bahasa untuk orang tua tokoh di sini langsung menyebutkan nama, sehingga
membuat pembaca bingung apa status orang tersebut, selain itu cara memanggil
yang seperti tadi terdengar kurang sopan. Namun, jalan cerita dalam Novel ini
terasa tidak asing lagi dengan kehidupan remaja jaman sekarang dan bahasanya
juga di kemas dalam bahasa anak muda sehari-hari sehingga membuat kita, sebagai
seorang pembaca. Tidak merasa canggung untuk ikut masuk dalam cerita.
SINOPSIS
“denger
ya,sheila! Gue udah tahu semua belang lo! berhenti ganggu hidup gue dan
berhenti lo nyari-nyari gue! Gue udah muak liat tingkah cewek nggak tah diri
kayak lo. Penipu!” ucap Fino tegas.
“maksud
kamu apa sih,beib? Aku tuh nggak matre,aku nggak sok manis,yang ada aku beneran
sayang sama kamu,” jawab Sheila selembut mungkin. “em.. sori,kayaknya ini bukan
urusanku, aku pergi dulu, ya,” ucap Afika datar lalu meninggalkan mereka.
Fino,Afika
dan Sheila. Tiga sosok yang mewakili remaja masa kini. Fino yang kaya dan
tampan,Afika gadis sederhana yang memiliki pemikiran dewasa dan selalu rendah
hati, dan Sheila gadis cantik yang berprinsip fashion di atas segalanya.
Ketiganya memiliki konflik cinta yang saling berkaitan,ruwet seperti benang
kusut.
TENTANG PENULIS
Melia
Love Yanti, akrab di panggil melia adalah mahasiswa semester enam Universitas
Sriwijaya. Mencintai dunia tulis sejak SMP hingga sekarang.hobinya disamping
menulis dalah bermain biola. Di waktu senggang ,sering kali ia isi dengan
blogwalking.
Kelebihan Buku
Novel ini aku beli gegara liat covernya yang timbul, lucu jadi
suka aku gosok-gosok :D harganya juga terjangkau. Kertasnya bagus, ngga burem
jadi enak diliat.
Melialovelystar.blogspot.com
Facebook: Melia Love
Yanti
@Melia_Lovey





0 komentar:
Posting Komentar