Novel Ayat-Ayat Cinta
Nama : Galih Mohammad Ramdhan
Kelas : Bahasa B ( Semester V )
NIM : 0604834
No absen :
01
Tugas : Sejarah dan Teori Sastra
Novel :
Ayat-ayat Cinta karangan Habiburrahman El Shirazy
(angkatan 2000 )Di karangan di Bangefayu
wetan Semarang. Rabu 8 Oktober 2003, pukul 01.30 dini hari.
Penerbit : Basmala REPUBLIKA
Cetakan : Cetakan Pertama, Desember 2004
Tebal Buku :
419 Halaman
A. Sinopsis
Ini adalah kisah cinta, tapi
bukan kisah cinta sekedar kisah cinta yang biasa, ini tentang bagamana
menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islami. Fahri Bin Abdullah
adalah pelajar dari Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di
Al-Azhar berurat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup.
Bertahan denngan menjadi
penerjemaah buku agama, semua target dijalani. Fahripenuh antusias kecuali MENIKAH.
Kenapa ? karena Fahri adalah laki-laki yang begitu lurus, dia tak mengenal
pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berada dengan makhluk yang
namanya perempuan. Hanya sedikit perempuan yang dia kenal. Neneknya, Ibunya dan
saudara perempuanya betul begitu ?
Seperti pindahnya ke Mesir
membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Grigis, tetangga satu flat dan
mengagimi Fahri, dan juda dia mengagumi Al-Quran serta hapai sebagian surat,
kekaguman berubah menjadi cinta, sayang cinta Maria hanya tertulis buku catatan
haria Maria. Nurul adalah seorang gadis dari Indosenia sama halnya dengan
Fahri, hanya saja Nurul orang tuanya sangat kaya dan terkenal dengan mempunyai
pondok pesantren, Fahri menjadi minder akan kemampuan orangtuanya dan fahri gak
mungkin mencintai nurul anak ustd dari Indonesia pemilik pesantren, kemudian
Noura adalah gadis mesir yang selalu disiksa oleh ayahnya dan kakanya yaitu
Bahadur, karena ayahnya tidak menganggap Noura sebagai anaknya, karena Noura
berbeda kulit dengan ayahnya, dia tersiksa dan disebut anak haram dan di jual
oleh Bahadur, tetapi Fahri, Maria, dan Nurul Menolongnya.dan Noura menaruh hati
pada Fahri bahkan berlebih, Noura menginginkan Fahri jadi suaminya, tetapi
Fahri hanya kasian dan simpati pada kesabaran Noura. Hal tersebut menjadi
masalah yang panjang dan sangat tragis, Noura memfitnah Fahri memerkosa Noura,
sehingga Fahri dijebloskan kepenjara. Aisah gadis turki yang tinggal dengan
pamannya di Mesir dai kenal Fahri saat di metro, dan saat mewawancara dengan
orang Amerika, pada saat itu Fahri dekat dan ternyata Aisah itu masih
keterkaitan dengan guru besar Fahri yaitu Syiakh Utsman dan beliau merencanakan
menjodokan Fahri dengan Aisah, dan Fahri dengan Aisah sama-sama suka dan saling
mencintai. Lalu Bagamana bocah desa nan lurus menghadapi semua ini. Siapakah
yang dipilih, bisakah semua dalam jalur Islam yang sangat ia yakini?
B. Unsur-unsur Intrinsik
Pada Novel Ayat-Ayat Cinta.
a) Tema :
Perjuangan dalam melawan ketidak adilan
b) Tokoh ` :
i.
Tokoh utama : Fahri, Nurul, Maria,
Aisah, Noura
ii.
Tokoh Pembatu : Saeful,
Rudi,Hamdi, Tuan Boutros ( ayah Maria ), Nahed ( Ibu Maria ), Syaikh Usman (
Guru Besar Fahri ), Syaikh Ahmad ( Dosen Fahri di Al-Azhar ), Ustd Jalal (
Paman Nurul ) dan istinya, Eqbal dan Istinya ( Paman dan bibi Aisah ), Amru (
Pengacara ), Magdi ( polisi ), Bahadur dan Kaka Noura, adik-adik Maria.
c) Plot / Alur : Alur maju
- Perkenalan :
Pada saat Fahri mulai berpendidikan
di Universitas Al-Azhar dan tinggal di flat bersama reka mahasiswa dari
Indonesia, kemudian kenal dengan tetangga dekatnya yaitu Maria sekeluarga.
Serta menjalankan perkuliahan sebagaman mestinya serta mengenal orang-orang
Mesir diantaranya Syaikh Usman, Syaikh Ahmad dan tak lupa teman teman aktifis
dari Mesir juga teman sepermainan Fahri pada saat main bola.
- Pertikaian :
Dimulai pada saat mal hari disana
ada gadis yang disiksa, dan gadis itu adalah Noura, dia disiksa dibawah dekat
flat Fahri dan kedengaran oleh Fahri, dia hendak mau menolong, tapi Fahri
enggan, karena dia seorang gadis perempuan, kemudian dia meminta tolong Maria
untuk menolong Noura, walaupun Maria takut oleh Bahadur ayah Noura, dia
terpaksa dan akhirnya Noura tertolong dan Noura di titipkan di Nurul.
Adapun pertikaian pada saat
pertikaian Fahri saat Fahri Pulang dari Alexsandria berbulan madu, dia di
tangkap karena di tuduh memperkosa seorang gadis mesir yaitu Noura.dan Fahri
tidak sempat menjelaskan pada Istrinya Noura. Kemudian pada saat kemudian
adapulan tertentangan sengit pada saat Fahri sedang diadili dan pengakuan Noura
karena telah di perkosa oleh Fahri pada saat dia menolong, sedangkan Fahri
tidak mersa melakukan hal tersebut, di dukung oleh pengakuan seorang masyarakat
yang tinggal di flat dekat Fahri, hal tersebut membuat Fahri kecewa atas
perlakuan Noura yang telah memfitnah Fahri.
- Klimak :
Saat Fahri di dalam penjara di tuduh
dan di siksa habis-habisan dan dan dipenjara di bawah tanah, krena telah
menghamili Noura gadis yang ditolong Fahri dari kekejaman Bahadur, disana Fahri
mengalami kesediahan yang luarbisa karena pertama. Penyiksaan dan di tahan
dalanm penjara bawah tanah, sedangkan Aisah sedang mengalami hamil yang
pertama,kedua. Bulan tersebut adalah bulan Ramadhan yang mana Fahri dan Aisah
merencanakan Umroh pada saat bulan Ramadhan,hal tersebut hal yang dinantikan
oleh mereka berdua, tapi malah sebaliknya mereka mengalamicobaan yang perih.
Ketiga Pada saat persidangan Fahri dituduh habis-habisan oleh pengaduan Noura
dan salah seorang saksi yang melihat kejadian itu, yang memperkuat bahwa Fahri
bersalah dan bakalan dihukum mati. Keempat Fahri tidak mempunyai bukti bahwa ia
tidak bersalah, kecuali salah satu kunci utama dalam memecahkan kasus ini
adalah Maria sebagai saksi yang bias membebaskan fahri, sedangkan maria sedang
terbaring koma.
- Peleraian :
Akhirnya jalan satu-satunya Fahri
terpaksa menikahi Maria yang terbaring koma, karena alasan dia akan sembuh
apabila di sentuh oleh Fahri, serta Fahri tertekan akan beberapa hal termsauk
dari Aisah dan orang tua Maria.yaitu pertama saksi kunci dalam kasus ini adalah
Maria. Kedua. Fahri cemas dan bertanggung jawab atas Aisah yang sedang
mengandung, ia pengen Fahri segera bebeas dan ia ingin bahwa pada saat
melahirkan anaknya Fahri harus hadir di sisinya, dan Aisah pun mengijinkan
Fahri menikahi Maria secepatnya. Dan akhirnya Mereka Menikah dan dan Maria
sembuh dengan sentuhan Fahri, walaupun dia masih duduk di Bantu dengan kuris
roda, dan dia bis menjadi saksi kunci kasus Fahri Dengan Noura. Dan
Alhamdulilah kebenaran selalu menang Fahri Bebas dengan kekasian Maria, serta
kejujuran Noura kenapa dia melakuakn hal sehina tersebut karena dia mencintai
Fahri. dan saksi yang melihat merupakan saksi palsu.
- Akhir :
Fahri memiliki 2 oarang istri yang
sholeh yang pertama Aisah dan yang Kedua Maria yang masih sakit-sakitan karena
dia terlalu emosi pada saat persidangan, dan akhirnya maria di rawat kembali,
dan pada saat dia dirawat ada keanehan yang terjadi pada Maria, yaitu maria
tertidur dan bermimpi tiba di 7 pintu sorga dan dia mau masuk karena
kenikmatanya, ternyata dia tidak di perbolehkan masuk samapai pintu keenam dan
pintu terakhir dia bolh masuk tapi dengan syarat yaitu pertama harus mempunyai
wudlu dan syahadat, kemudian dia kembali pulang dan seseorang itu menunggu
kembalinya Maria. Maria terbanun dan dihadapannya ada Fahri dan Aisah, dia
meminta tolong untuk melakukan wudlu dan syahadat, kemudian Fahri membantu dan
ia bercerita kejadian di dalam mimpinya, kemudian Maria Meminta Fahri dan Aisah
untuk memngajarkan syahadat, pada saat selesai syahadat, maka selesai pula
riwayat Maria dia meninggal dengan diakhiri Dua Kalimah Syahadat, ada pesan
ketika ngobrol dengan Fahri juga Aisah, Maria akan menunggu Fahri di sorga
Firdaus untuk memadu cinta dan kasih.
d) Perwatakan :
- Fahri : Rajin, Pintar, Sabar,Terencana, Tepat waktu, Ikhlas, Ulet, Penolong, sholeh, aktifis, pintar dalam memimpin,lurus, penuh dengan target
- Nurul : Rajin, Pintar, Pemalu tidak terbuka, kaku, emosi, sholeh
- Maria : Ceria, Suka bergurau, rajin, Pintar, tapi fisiknya lemah, manja tertutup.
- Aisah : Orangnya lembut, sabar, ikhlas, terencana, pintar, sholehah, seba mewah.
- Noura : Orangnya tertutup, sulit di tebak,pintar, tapi dia kejam, emosi, pendiam.
e) Setting / latar : Mesir Kairo Al-azhar ( Negara
Mesir Benua Afrika ).flat, Masjid, Restoran, Metro, Penjara Rumah sakit,
Alexsandria.
f) Pusat Pengisahan : Tokoh utama menuturkan ceritanya
sendiri
g) Amanat :
- Dalam merencanakan sesuatu pasti akan ada halangan dan rintangan yang menghadang tujuan yang hedak di capai tidak akan berjalan dengan mulus.
- Semakin banyak ilmu / pengetahuan yang di terima atau di dapat, maka semakin banyak pula hambatan, godaan yang haris di lewati dan di pecahkan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada hikmanya.
h) Sudut Pandang : Aku sebagai orang I
i) Gaya Penulisan : Khas,unik, penuh dengan nuansa
religi, punuh dengan romantis cintaC
C. Kutipan Pada Novel
Ayat-Ayat Cinta.
a. Kutipan Ke-1
“ Kau juga suka menghafal Al-Quran aku tidak salah
dengar ? heranku.
“Ada
yang aneh?”
*Aku
diam tidak menjawab.*
“Aku hafal surat Maryam dan surat Al-Maidah di luar
kepala
“Benarkan?”
Kau
tidak percaya? Coba kausimak baik-baik!”
Maria
lalu melantunkan surat Maryam yang ia hafal. Anehnya ia terlebih dahulu membaca
ta’awwudz dan basmalah. Ia tahu ada bab dan tata cara membaca Al-Quran.Pada saat
Maria dan fahri di dalam Metro. ( halaman 24 )
b. Kutipan Ke-2
“Busyit!
Hei perempuan bercadar, apa yang kaulakukan!”
Pemuda
itu berbaju kotak-kotak bangkit dengan muka merah Ia berdiri tepat di samping
perempuan bercadar dan membentaknya dengan kasar. Rupanya ia mendengar dan
mengerti percakapan mereka berdua.
Perempuan
bercadar kaget. Namun aku tidak bias menangkap raut kagetnya sebab mukanya
tertutup cadar. Yang bias kutangkap adalah gerakan kepalanya yang terperangah.
Kedua matanya yang sedikit menciut, kulit putih antara dua matanya sedikit
mengkerut seperti mau bertemu.
“
Hal a…ana khata?” Ucap perempuan bercadar tanggap. Ia memakai bahasa
fusha bukan bahasa amiyah. Maksudnya bias dipahami. Tapi susunanya janggal.
Apakah mungkin karena dirinya terlalu kaget atas bentakan pemuda Mesir itu.
Mendengar
jawaban seperti itu si pemuda malah semakin naik pitam. Ia kembali membentak
dan maki-maki secra kasar dan bahasa amiya,
“Yakhrab baitik! Kau telah
menghina seluruh orang mesir yang ada dimetri ini. Kau sungguh keterlaluan!
Kelihatanya saja bercadar, sok alim, tetapi sebetulnya kau perempuan bangsat!
Kau kira kami tidak tahu sopan-santun apa ? sengaja kami mengacuhkan orang
amerika itu untuk sedikit memberikan pelajaran. Ee..bukanya kau dukung kami.
Kau malah mempersilahkan setan-setan bule itu duduk. Dan seolah paling baik,
kau sok jadi pahlawan dengan memintakan maaf atas nama kami semua. Kau ini
siapa, he?”
Pemuda
itu sudah keterlaluan. Akau berharap ada yang bertindak. Ashraf dan lelaki
setengah baya berpakaian abu-abu mendekati pemuda dan perempuan bercadar. Aku
sedikit lega.
“Kau
sungguh kurang ajar perempuan! Kau membela bule-bile Amerika yang telah membuat
bencana di mana-mana. Di afganistan. Di Palestina. Di Irak dan dimana-mana.
Mereka juga tak henti-hentinya mengguyahkan Negara kita. Kau ini muslimah macam
apa!?” Ashraf marah sambil menuding-nuding perempuan bercadar itu.
Aku
kaget bukan main. Aku tak mengira Ashraf akan berkata sekasar itu. Kelegan itu
jadi kekecewaan mendalam.
“
Meski kau bercadar dan membawa mushaf kemana-mana, nilaimu tak lebih dari
seorang syarmuthah! Umpat lelaki berpakaian abu-abu.
Ini
sudah keterlaluan. Menuduh seorang baik-baik sehina pelacur tidak bias di
benarkan.
Aku
membaca istigfar dan sholawat berkali-kali. Aku sangat kecewa pada mereka.
Perempuan itu diam seribu bahasa. Matanya berkaca-kaca. Bentakan, cacian,
tudingan dan umpatan yang ditujukan padanya memang sangat menyakitkan. Aku tak
bias diam. Kucopoti topi yang menutupi kopiah putihku. Lalau akyu mendekati
merka sambil mencopoti kaca mata hitamku.
“Ya
jama’ah, shalli alan nabi, shalli alanabi1” ucapku pada mereka sehalus mungkin.
Cara menurunkan amarah orang mesir adalah mengajak membaca sholawat. Entah
riwayatnya dulu bagamana. Di mana-mana, seluruh Mesir, jika ada orang
bertengkar atau marah, cara meleraikanya dan meredamnya pertama-tama adalah
mengajak membaca sholawat. Shalli Nabi, artinya bacalah sholawat keatas nabi.
Cara ini biasanya sangat manjur.
Benar,
mendengar ucapanku spontan mereka membaca sholawat. Juga para penumpang metro
yang mendengat.orang mesir tidak mau dikatakan bakhil. Dan tiada yang lebih
bakhil dari orang yang mendengar nama Nabi, atau diminta bersholawat tapi tidak
mau mengucapkan sholawat. Begitu penjelasan Syaikh Ahmad waktu kutanyakan ihwal
anah orang meredam amarah. Justru tidak adsa orang sedang marah lantas kita
bilang padanya, La taghahab! Yang artinya, jangan marah, terkadang marah
membuat ia semakin marah.
Akau
lalui menjelakan pada mereka yang yang dilakukan itu bebar. Bukankah menghina
orang mesir, justru sebalinya. Dan umpatan=umpatan yang dio tujukan padanya itu
tidak sangat sopan dan tiodak dibenarkan. Aku beberkan alesan-alesan kemanusian,
mereka bukan sadar malah kembali naik fitam. Sipemudan marah dan cela die\riku
dengan sengit. Juga si bapak yang berpakaian abu-abu. Sementara Ashraf bilang,
“ Orang Indonesaia sudahlah, kau jangan ikut campur urusan kami.
Aku
kembali mengajak mereka membaca sholawat. Aku nyaris kehabisan akal. Akhirnya
beberapa hadis Nabi untuk menyadarkan mereka. Tapi orang mesir seringkali
muncul besar kepalanya dan merasa paling menang sendiri.
Pemuda
Mesir malah menukas sengak, “Orang Indonesia, kautahu apa sok mengajari tentang
islam, heh! Entah belajar bahasa arab baru kemaren sore. Juz Amma entah hapal
entah tidak.Sok Pintar kamu! Sudah kau diam saaja, belajar baik-baik selama di
sisni dan jangan ikut campit urusan kamu!”
Aku
diam saat sambil berfikir bagamanana caranya menghadapi anak firaun yang
sombong dank eras kepala ini. Aku melirik Ashraf. Mata kami bertatapan. Aku
berharap dia berlaku adil. Dia telah berkenalan dengan ku tadi. Kami pernah
akrab meskipun cumin sesaat. Kupandang dia dwengan bahasa mata mencela. Asharaf
menundukan kepalanya, lalu berkata,
“Kapten,
kau tidak boleh berkata seperti itu. Orang Indonesia ini sudah menyelesaikan
Licien-nya di AlAzhar. Sekarang dia sedang menempuh program magisternya. Walau
bagamanapun, dia seorang Azhari. Kau tidak boleh mengecilkan dia. Dia hafal
Al-Quran. Dia murid ASyaikh Utsman Abdul Fattah yang terkenal itu”.
Pembelaan
Asharaf ini sangat berartyi bagiku. Pemuda baju kotak=kotak itu melirik
kepadaku lalu menunduk. Mungkin dia malu telah berlaku tidak sopan. Tyetapi
lelaki berpakaian abu-abu kelihatanya tidak mau menerima begituh saja.
“Dari mana kau tahu? Apa kau teman satu kuliahnya?”
tanyanya.
Asharaf tergagap, “ tidak aku tidak teman kuliahnya.
Akau tahu saat berekenalan dengannya tadi.”
“Kau terlalu mudah percaya. Bisa saja dia bohong.
Program magister di Al-Azhar tidak mudah. Jadi murid Syaikh Utsman juga tidak
mudah.” Lelaki itu mencela Ashraf. Dia lalu berpaling kearahku dan berkata” Hei
orang Indonesia, kalau benar S.2 di Al-Azhar mana kartumu ?”
Lelaki itu membentak seperti introgator tawanan
perang, berurusan dengan orang awam Mesir yang keras kepala memang haris sabar.
Tetapi, jika mereka sudah tersentuh hatinya, mereka akan bersikap ramah dan
luar biasa bersahabat. Itulah salah satu keistimewaan watak orang Mesir.
Terpaksa kubuka tas cangkokku talaqqi sab’ah dari Syaikh Ustman. Todak hanya
itu, aku juga menyerahkan selembar tashdiq resmi dari universitas. Tasdiq akan
ku gunakan untuk memperpankang visa sabtu depan.
Lelaki setengah baya itu lalau meneliti dua kartu dan
tashdiq yang masih gres dengan seksama. Ia menggut-manggut, kemudian
menyerahkan kepada pemuda berbaju kotak-kotak yang keras kepala yang ada
disam[pingnya.
“Kebetulan saat ini saya sedang menuju Masjid Abu
Bakar Ash-Shiddiq utuk talaqqi. Kalau ada yang mau ikut menjumpai Syaik Ustman
boleh menyertai saya.”. ujarku tenng penuh kemenangan.
Kulihat wajah mereka tidak sepiotman tadi. Sudah lebih
mencair. Bahkan ada gurat rasa malu pada wajah mereka. Jika kebenaran ada di
depan mata, orang ZMesir mudah luluh hatinya.
“Maafkan kelancangan kami, Orang Indonesia. Tapi
perempuan bercadar ini tidak pantas di bela. Ia telah melakukan tindakan
bodoh!” kata pemuda Mesir berbaju kotak-kotak sambil menterahkan kedua kartu
dan tasdiq kepadaku.
Aku menghela nafas panjang. Metro melaju kencang
menembus udara panas. Sekali debu masuk berhamburan.
“Terus terang, aku sangat kecewa pada kalian! Ternyata
sifat kalian tidak seperti yang digambarkan Baginda Nab9. Beliau pernah
bersabda bahwa orang-orang Mesir sangat halus dan ramah, maka beliau
memerintahkan kepada sahabarnya, jika kelak membuka bumi Mesir hendaknya
bersikap halus dan ramah. Tapi ternyata kalian sangat kasar. Aku yakin kalian
bukan asli orang Meswir. Mungkin kalian sejatinya sebagai bani Israel. Orang
Mesir asli seperti Syaikh Muhammad Mutawalli Sy’rawi yang ramah dan
pemurah”ucap datar. Aku yakin akan membuat hati orang Mesir yang mendengarnya
bagaikan tersengat aliran listrik.
( halaman 40 )
c. Kutipan Ke-3
Di tengah sayoknya bercengkraman, tiba-tiba kami
mendengar suara orang tidiur. Suara lelaki dan perempuan bersumpah serapah
berbaur dengan suara menjerit da tangis seorang perempuan. Suara itu dating
dari bawah. Kami ke tepi suthuh dan melihat kebawah.
Benar, digerbang papartemen kami melihat seorang gadis diseret oleh seorang
laki hitam dan ditendangi tanpa ampun oleh seorang perempuan. Gadis yang
diseret menjerit dan menangis. Sangat mengibakan. Gadis itu diseret samapai ke
jalan.
***
Aku paling tidak tahan mendengar perempuan menangis.
Kuajak teman-teman turun kembali ke flat. Mereka bertanya apa yang harus
dilakukan untuk menolong Noura. Aku diam belum menemukan jawaban. Aku masuk
kamer, kubuka jendela, angina malam semilir masuk. Noura masih tersiak-siak di
bawah tiang lampu. Aku dan teman-teman tidak mungkin menolong Noura. Meskipun
dengan sepatah kata untuk menghibut hatinya. Aku untuk memberitahukan padanya
bahwa sebenarnya ada yang peduli padanya. Tidak mungkin. jika ada yang salah
persepsi urusannya. Apalagi Si Hitam bahadur bias melakukan apa saja tanpa
pertimbangan akal sehatnya.
Aku teringat Maria. Ia gadis yang baik hatinya. Rasa
ibaku pada Noura menggerakan tanganku untuk mencoba mengirimkan sms pada Maria.
“ Maria Apa kau bangun. Kaudengan suara tangis dibawah
sana?”
Kutunggu. Lima menit. Tak ada jawaban. Kuulangii lagi.
Kutunggu lagi. Ada jawaban.
“Ya aku bangun. Aku mendengarnya. Aku melihat dari
jendela Noura memeluk tiang lampu”
Lalu aku berdialog dengan maria lewat sms.
‘Apa kau tidak kasian padanya?’
“Sangat kasian”
“Apa kau tidak tergerak untuk menolongnya”
“Tergerak. Tapi tidak mungkin”
“Kenapa?”
“Si Hitam bahadur bis melakukan apa saja.
Ayahku. Tidak mau berurusan dengannya.”
“Tidaklah kau bias turun dan menyeka airmatanya.
Kasihan Noura. Dia perlu seseorang yang menguatkan hatinya.”
“ Tidak mungkin”
Kau lebih lebih memungkinkan dari pada kami”
“Sangat susah memungkinkan!” Maria Menolak.
“Kumohon turunlah dan usaplah airmatanya. Aku paling
tidak tahan jika ada perempuan menangis.
Aku tidak tahan. Kumohon. Andaikan aku halal baginya
tentu aku akan turun mengusap airmatanya dan membawanya ke tempatr yang jauh
dari linangan airmata selama-lamanya.”
“Untuk yang ini jangan paksa aku, Fahri! Aku tidak
Bisa!.”
“Kumohon demi rasa cintamu pada Al-Masih Kumohon!”
“Baiklah demi cintaku pada Al-masih akan kucoba. Tapi
kau harus tetap mengawasi dari jendelamu. Jika ada apa-papa kau hatrus berbuat
sesuatu.”
“Jangan kuatir. Tuhan menyertai orang yang berbuat
kebajikan”. ( halaman 72 )
d. Kutipan ke-4
“ Jika seorang suami melihat ada gejala istrinya
hendak nusyuz, hendak menodai ikatan suci pernikahan, maka Al-Qur’an memberikan
tuntunan bagamana seorang suami harus bersikap untuk mengembalikan istrinya ke
jaln yang benar, demi menyelamatkan keutuhan rumahtangganya. Tuntunan itu ada
dalam surat An-Nisaa ayat 34. di situ Al-quran memberikan tuntunan melalui tiga
tahapan.
“Pertama, menasihati istrinya dengan baik-baik,
kata-kata yang bijaksana. Kata-kata yang menyentuh hatinya sehingga dia bias
segera kembali kejalan yang lurus. Sama sekali tidak diperkenankan mencela
istri dengan kata-kata kasar. Baginda Rasullulaoh melarang hal itu. Kata-kata
kasar lebih menyakitkan dari pada tusukan pedang.
JIka dengan nasihat tidak juga mempan, Al-Quran
memberikan jalan kedua, yaitu pisah tempat tidur dengan istri. Dengan harapan
istri mulai nusyu itu bisa merasa dan intropeksi. Seorang istri yang
benar-benar mencintai suaminya dia akan sangat terasa dan mendapatkan teguran
jika sang suami tidak mau tidur dengannya. Dengan teguran ini diharapkan istri
kembali saleh. Dan rumah tangga tetap utuh harmonis.
“Namun jika ternyata sang istri memang bebal.
Nuraninya telah tertutupi oleh hawa nafsunya, Ia tidak mau juga berubah setelah
diingatkan dengan dua cara tersebut, barulah menggunakan cara yang ketiga,
yaitu memukul. ( halaman 96 )
e. Ketiapan ke-5
Dalam perjalanan pulang entah kenapa aku merasakan
kecemasan yang menyusup begitu saja dalam jiwa. Selama melewati jalan lurus
yang membawa pandang pasir aku terus berdoa agar diberi keselamatan sampai
tujuan. Kupandang lekat-lekat wajah Aisah yang sedang konsentrasi mengemudikan
kendaraan. Dalam hati aku berkata
Aku cemas bila kehilangan kau
Aku cemas pada kecemasanku.
Aisah tarsus mengebut dengan tenang. 90 kam/jam. Semua
kendaraan berjalan cepat. Tak ada yang lambat. Bus West Delta menyabil dengan
kecepat gila. Memasuki Giza, awal masuk kota Cairo dari arah Alexsandria, kami
hamper di sebuah restoran untuk makan malam dan sedikit mewmbeli oleh-oleh buat
si Hosanm dan Magdi. Dia penjaga apartemen. Dua malam sebelum Ramadhan tiba.
Rencana umrah awal Romadhon tiba. Rencan berangkat umrah awal ramadhan teroaksa
di undur satu minggu.
Baru masuk rumah. Sms dari Yousef dating.
Menggambarkan kondisi Maria semakin memburuk dan terpaksa harus dirawat dirumah
sakit maadi. Kondisi sangat lelah. Tidak mungkin langsung meluncur ke maadi.
Aku membalas dengan menggambrkan bari tiba dari Alexsandria dan isnsya Allah
pagi akan dating menjenguk.
Selesai membersihkan badan dengan air hangat kami
shalat berjamaah. Selesai sholat aku turun kebawah membawa oleh-oleh untuk
Hosam dan Magdi. Dua bungkus ayam panggang dan dua jaket baru. Mereka senang
sekali menerimanya. Aku akan terlelap. Aisah terbangun dan berlali kekamar
madi. Ia mintah-muntah. Kubuntuti dia. Kupijit-pijit tengkuknya, mukanya pucat.
Dalam pikiranku dia masuk angina dan kelelahan. Ia bekerja keras, memforsir
tenaga dan pikiranya untuk menulis biografi ibunya selama di Alexsandria. Ia
juga harus konsentrasi selama dtiga jam mengwendarai mobil.
Aku merasa sangat kasian pada istriku. Aku berniat aku
harus bisa menyetir agar istriku tidak kelelahan. Ku gosok punggungnya dengan
minyak kayu putih. Telapak tangan, kaki, perut dan lehernya kuolesi minyak kayu
putih. Kubuatkna ramuan andalanku jika sedang meriang. Segelas madu hangat
diberikan habbah barkah. Rasulluloh pernah mengabarkan bahwa habba berkah bisa
menjado obat segala penyakit. Setelah meminum ramuan itu kuajak Aisah tidur.
Pagi hari ia tampak segar. Pukul sembulan saat aku
bersiap mengajaknya ke Rumah Sakit. Tiba-tiba dia kembali muntah-muntah. Aku
bingng. Aku takut ia terkena penyakit yang orang jawa bilang masuk angina
kasep, yaitu masuk angina yang bertumpuk-tempuk dan parah. Aku urung ke Maadi,
dengan taksi kubawa aisah ke klinik terdekat. Seorang dokter berjilbab
memeriksanya Hampir setengah jam lamanya Aisah berada dalam kamar periksa
dengan dokter berjilbab. Ketika kuduanya keluar, dokter itu tersenym, “
Selamat! Setelah kami periksa air seninya dan kami lanjutkan dengan USG, istri
anda posutif hamil!”.
Wajah aisah cerah, Kepadaku ia mengeringkan air mata
kananya. Aku merasakan kebahagiaan luar biasa. Begitu sampai di flat Aisah
berkata dengan cerah,
“Melodi cinta yang kaumainkan sungguh ampuh, Suamiku.
Dan memangf saat malam pertama dan malam-malam indah setelah itu adalah saat
aku sedang berada dalam masa subur. Allah telah mengatur sedemikan indahnya.
Segala puji bagi-Nya yang telah memberikan anugrah-Nya yang agung ini pada kita
berdua.
Aku tersenym dan langsung mencium pipinya yang bersih.
Aisah menggeliat manja. Ia lalu mengangkat telepon memberi tahu bibinya, sarah.
Ia juga memberi tahu akbar Ali, Pamanya di turki. Aku melihat kalender. Tak
terasa kami telah hidup bersama sejak malam pertama itu selama satu bulan
lebih. Hari-hari indah selalu begitu saja tanpa terasa. Rasanya aku baru sehari
bersamamu Aisah.
Untuk menghayati keagungan nikmat yang telah tuhan
berikan, kuajak Aisah sujud dan shalat dhuha. Kepadanya aku berpesan untuk
tidak beraktivitas keluar rumah. Menjelang Zuhur aku bersiap untuk menjengung
Maria yang sakit. Aisah kuminta dirumah. Dia pesan dibelikan buah pir dan
kurma. Tiaba-tiba ada orang membunyikan bel dengan keras sekali. Aku bergegas
membuka pintu dibuntuti Aisah yang penasaran siapa yang membunyikan bel seperti
orang gila itu. Behitupun pintu kubuka. Tiga orangf polisi berbadan kekar
menerobios masuk tanpa permisi dan menghardikj,
“Kau yang bernama Fahri Abdullah?1”
“Ya benar, ada apa? “
“Kami mendapat perintah untuk menangkapmu dan
menyeretmu ke penjara, ya mugrim! Bentak polosi berkumis tebal.”
Kalian bawa surat penangkapan dan pa kesalahanku/”
“Ini suratnya, kesalahanmu lihat saja nanti di
pengadilan”
Aku membaca selembaran kertas itu. Aku ditangkap atas
tuduhan memerkosa. Bagamana bbisa terjadi.
“Ini tidak mungkin! Ini pasti ada kesalahan. Saya
tidak mau ditangkap!” bentaku. ( halaman 302 )
f. Kutipan ke-6
Akhirnya hakim memulai siding, sambil meninggu Maria
dating, Amru mengajukan Syaik Ahmad dan istrinya sebagai saksi. Mereka berdua
tampil bergantian memberikan kesaksisn. Ummum Aiman, istri Syaikh Ahmad
menangis saat memberikan kesaksiannya. Ia merasa sangat sakit hatinya ata apa
yang dilakukan Noura. Sambil terisak dan sesekali menyeka matanya. Ummu Aiman
berkata “ Entah dengan siapa Noura melakukan perzinahan Tapi jelas bukan Fahri.
Apa yang dikatakan Noura bahwa Fahri memperkosanya adalah fitnah yang sangat
keji. Noura sungguh gadis yang tahu diri. Ia telah ditolong tapi memfitnah
orang yang dengan tulus hati menolongnya. Aku hanya bisa bersaksi bahwa selama
Noura di Tafahna ia menceritakan kejadian malam itu dan tidak pernah menyebut
bersama Fahri dari jam tiga sampai Azan pertama. Ia bercerita malam itu ia
bersama Maria sampai pagi. Jika pengadilan ini akhirnya memenangkan seorang
pemitnah akan dininasahkan oleh keadilan tuhan.
Kulihat reaksi Noura. Dia hanya menunduk kepala.
Sementara ayah dan ibunya menatap Ummu Aiman tanpa kedip dan tatapan garang dan
kebencian. Jksa penuntut mencerca Ummu Aimkan dengan beberapa pertanyaan dan
Ummu Aiman menjawabnya dengan tenang. Beberapa kali ia menjawab “ Tidak Tahu “
Kwetika Ummu Aiman turun dari memberikan kesaksisn,
maria dating. Ia duduk diatas kursi roda didorong oleh adiknya Yousef,
diiringin Aisah, Tuan Broutus, Madame Nahed, Paman Eqbal, Bibi Sarah, dan
seorang Polisi berdasi yang gagah. Melihat Maria dating serta merta Syaikh
Ahmad bertakbir diikuti gemuruh takbir orang-orang Indonesia. Polisi berdasi
langsung mendekati Syaikh Ahmad berbincang sebentar lalau mendekati Amru. Dia
tampak menyerahkan beberapa berkas. Amru melihar berkas itu sebentar lalu
tersenyum padaku. Amru meminta kepada hakim untuk mendengarlan kesaksian Maria.
“Pak Hakim dan seluruh yang hadir dalam siding ini,
saya berani bersaksi atas nama Tuhan Yang Maha Mengetahui bahwa Noura malam
itu, sejak pukul dua malam sampai pagi berada di kamarku. Ia tiadak sama sekali
tidak keluar dari kamarku. Ia selalu bersamaku. Jika dia mengatakan pukul tiga
aku mengantarkanya turunkerumah Fahri itu bohong belaka. Dalam rentang waktu
itu dia sama sekali tidak keluar dari rumahku. Jika Noura mengatakan permohonan
atas dirinya terjadi dalam rentang waktu itu sungguh tidak masuk akal.
Bagaimana mungkin ada pemerkosaan waktu itu padahal dia berada dikamarku. Dan
Fahri berada dikamarnya.
“Pak Hakim dan hadirin semuanya. Saya ingin memberikan
kejelasan yang sejujurnya. Di tempat ini saya hendak berkata apa yang sebenarnya
yang saya alami. Sebenarnya apa yang saya katakana pada pengadilan pertama
tidak benar saya meminta maaf atas kesaksian palsu saya.” ( halaman 382 ).
g. Kutipan ke-7
“Aku sungguh tak mengerti dengan apa yang kualami
Maria. Tapi bagamana mulanya kau bisa sampai disana?”
“Aku tidak tahu awal mulanya bagamana. Tiba-tiba saja
aku berada dalam alam yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Dari kejauhan aku
melihat istana hijau bersinar-sinar. Aku dating kesana. Aku belumpernah melihat
bangunan istana yang luasnya tiada terkira, dan indahnya tiada pernah terpikir
dalam benak manusia. Luar biasa indahnya. Ia memiliki banyak pintu. Dari jarak
sangat jauh aku telah mencium wanginya. Aku melihat banyak sekali manusioa
berpakaian indah satu persatu masuk ke dalamnya lewat sebuah pintu yang tiada
terbayangkan indahnya.
“Kepada mereka aku bertanya, ‘ istana yang luar biasa
indahnya ini apa? ‘ mereka menjawab, ‘ini surga ‘ Hatiku bergetar. Dari pintu
yang terbuka itu akau bisa sedikt melihat apa yang ada didalamnya. Sangat
menakjubkan. Taka ada kata-kata yang bisa menggambarkan. Tak ada pikiran yang
mempu melukiskan. Aku sangat tertarik maka aku ikut barisan orang-orang yang
satu persatu masuk kedalamnya. Ketika kaki mau masuk melangkah masuk seorang
penjaga dalam senyum menawan berkata padaku, ‘Maaf, Andea tidak boleh lewat
pintu ini. Ini Babush shalat. Pinti khusus untuk orang-orang shalat. Dan anda
tidaktermasuk golongan mereka! Aku sangat kecewa.
“Aku lalu berjalan kessisi lain. Dio sana adapintu
yang juga sedang penuh dimasuki anak manusia berpakaian indah. Akau mau ikut
masuk. Seorang penjaga yang ramaha berkata’Maaf, anda tidak boleh lewat pintu
ini. Ini namanya Babur Rayyan. Pintu khusus orang-orang berpuasa. Adan tidak
termasuk golongan mereka!’ Aku sangat sedih. Hatiku kecewa luar biasa.
“Aku melihat di kejauhan masih ada pintu. Akau
berjalan kesana dengan harapan bisa masuk lewat pintu itu. Namun ketika hendak
masuk seorang penjaga yang wajah bercahaya berkata. “Maaf, anda tidak boleh
masuk lewat sini. Ini Babuz Zakat. Pintu khusus untuk orang-orang yang
menunaikan zakat. Pintu khusus untuk orang-orang yang menunaikan zakat. Anda
bukanlah golongan dari mereka.’ Ada banyak pintu. Dan setiap kali aku hendak
masuk selalu dicegah penjaganya.
“Sesampai di pintu terakhir namanya Babut Taubat. Aku
juga tidak boleh masuk. Karena itu khusus orang-orang yang taubanya diterima
olah Allah. Dan aku tidak termasuk golongan mereka. Aku kembali ke pintu-pintu
sebelumnya. Semuanya tertutup rapat. Orang – orang sudah masuk semua. Hanya aku
sendirian di luar. Aku mengedor-gedor pintu Babau Rahmah tak ada yang membuka.
“Aku hanya mendengar suara, jika kau memang penghuni
surgha tidak perlu mengetuknya karena kau pasti punya kuncinya. Byukakanlah
pintu-pintu itu dengan kunci surga yang kaumiliki!’ Aku menangis
sejadi-jadinya. Aku tidak memiliki kuncinya. Aku berjalan dari pintu satu ke
pintu yang lain dengan airmata menetes di sepanjang jalan. Aku putus asa. Aku
tergugu di depan Babur rahmah. Aku mengharu biru pada tuhan. Aku ingin menarik
belas kasih-Nya dengan membaca ayat-ayat sucinya. Yang kuhapal adalah surat
Maryam yang tertera di dalam Al-qur’an. Dengan mengharu biru aku membacanya
penuh penghayatan.
“Selesai membaca surat Maryam aku lanjutkan surat
Thaha. Sampai ayat sembilan puluh sembilan aku berhenti karena Babur Rahmah
terbuka perlahan. Seorang perempuan yang luar biasa anggun dan sucinya keluar
mendekatiku dan berkata,
‘Aku Maryam. Yang baru saja kusebut dalam aya-ayat
suci yang kubaca. Aku diutus oleh Allah untuk menemuimu. DIa mendengar haru
biru tangismu. Apa maumu?’
‘Aku ingin masuk surga. Bolehkan?
‘Boleh. Surga memang dipermaklumkan bagi semua
hamba-Nya. Tapi kau harus tahu kuncinnya?
‘Apa itu kuncinya?’
‘Nabi pilihan Muhammad Saw. Telah mengajarkannya
berulang-ulang. Apakah kau tidak mengetahuinya?’
‘Aku tidak mengikuti ajaranya.’
“Itulah salahmu.’
‘Kau tidak akan mendapatkan kunci itu selama kau tidak
mau tunduk penuh ikhlas mengikitu ajaran Nabi yang paling dikasihi Allah ini.
Aku sebenarnya dating memberitahukan kepadamu kunci masuk surga. Tapi karena
kau sudah menjaga jarak dengan Muhammad Saw. Maka aku tidak diperkenankan untuk
memberitahukan padamu.’
“Bunda Maryam mambalikan badan dan hendak pergi. Aku
langsung menubruknya dan lalu bersimpuh dikakinya. Aku menangis tersedu-sedu.
Mohon agar diberitahu kunci surga itu. ‘Aku hidup untuk mencari kerelaan Tuhan.
Akau ingin masuk surga hidup bersama orang-orang yang beruntung. Aku akan
melakukan apa saja, asal masuk surga. Bunda Maryam tolonglah aku. Berilah aku
kunci itu! Aku tidak mau merugi selama-lamanya.’ Aku terus menangis sambil
menyebut-nyebut nama Allah.
“Akhirnya hati Bunda Maryam luluh. Dia duduk dan
mengelus kepala dengan penuh kasih saying, ‘Maria dengarkan baik-baik! Nabi
Muhammad Saw. Telah mengajarkan kunci masuk surga. Dia bersabda, barang siapa
berwudlu dengan baik, kemudian mengucap sahadu an laa ilaaha illalah wa asyhadu
anna Muhammadan abduhu wa rasuluh ( Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan
aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusa-Nya maka akan
dibukakan delapan pintu surga untuknya dan dia boleh masuk yang mana ia suka!
“Jika kau ingin masuk surga, lakukanlah apa yang diajarkan oleh Nabi pilihan
allah itu. Dia nabi yang tidak pernah bohong. Dai Nabi yang semua ucapannya benar.
Itulah kunci surga! Dan ingat Maria, kau harus melakukannya dengan penuh
keimanan dalam hati, bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.
Tanpa keimanan itu, yang kaulakukan sia-sia. Sekarang pergilah untuk berwudlu.
Dan cepat kembali kemari, akyu akan menunggumu di sisni. Kita nanti masuk
bersama. Aku akan membawa ke surga Firdaus, tempat para anbiya, syuhada,
shalihin, dan orang-orang yang dimulyakan Tuhannya!
‘Setelah mendengar nasihat dari Bunda Maryam, aku lalu
pergi mencari air untuk mudhlu. Aku berjalan ke sana kemari namun tidak
menemukan air. Aku terus menyebut nama surga. Aku ingin masuk surga. Aku ingion
kesana. Bunda Maryam menungguku di Babur rahmah. Itulah kejadian atau mimpi
yang aku alami. Oh Fakri, suamiku, maukah kau menolongku?
“Apa yang bisa aku lakukan untukmu, Maria?”
“Bantulah aku berwudhlu. Aku masih mencium bau surga.
Wanginya merasuk dalam sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji
akan mempersiapkan segalany dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam
cahaya kesucian dam kerelaan Tuhan selama-lamanya. Suamiku, Bantu aku berudhlu
sekarang juga!”
Aku menuriti keinginan Maria. Dengan sekuat tenaga aku
membopong Maria yang kurus kering ke kamar mandi. Aisah membantu membawa tiang
infuse. Dengan tetap kubopong, Maria diwudhui oleh Aisah. Setelah selesai,
Maria kembali kubaringkan di atas kasur seperti semula. Dia menatapku dengan
sorot mata bercahaya. Bibirnya tersenyum lebih indah dari biasanya. Lalu dengan
suara lirih yang keluar dari relung jiwa ia berkata.
Ashadu an laa ilaaha illallah
Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluh!
Ia tetap tersenyum. Menatapku. Menatap tiada berkedip.
Perlahan pandangan matanya meredup. Tak lama kemudian kedua matanya yang bening
itu menutup rapat. Kuperiksa nafasnya telah tiada, nadinya tiada lagi
denyutnya. Dan jantungnya tiada lagi terdengar detaknya. Aku tak kuasa menahan
derasnya leleh airmata. Aisah juga. Inna lillahi wa inna o\ilaihi raajiun!
Maria menghadap Tuhan dengan menyungging senyum di
bibir. Wajahnya bersih seakan diselimuti cahaya. Kata-kata yang tadi
diucapkannya dengan bibir bergetar itu kembali terngiang-ngiang ditelinga,
“Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk dalam
sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji akan mempersiapkan segalany
dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dam kerelaan
Tuhan selama-lamanya. Aku masih mencium bau surga. Wanginya merasuk dalam
sukma. Aku ingin masuk ke dalamnya. Di sana aku berjanji akan mempersiapkan
segalany dan menunggumu untuk bercinta. Memadu kasih dalam cahaya kesucian dam
kerelaan Tuhan selama-lamanya.
Sambil tersiak Aisah
melantunkan ayat,
Yaa ayyatuhan bafsul
muthmainnah
Irji’ioi ilaa Rabbiki
Raadhyatan mardhiyyah
Fadkhulli fii ibaadii
Wadkhulii jannatii
( Hai jiwa yang
tenang
kembali kamu kepada
Tuhanmu
dengan hatii puas
lagi diridhai
Maka Masuklah kedalam
golongan hamba-hamba-Ku
Maka masuklah kedalam
surga-Ku. )
Saat itu Madame Nahed, terbangun dari tidurnya dan
bertanya sambil mengucek kedua matanya, “ Kenapa kalian menangis?”
Kaca jendela mengembun. Musim dingin sesdang menuju
puncaknya. O, apakah di surga sana ada musim dingin ? ataukah malah musim semi
selamanya ? Ataukah musim-musim di sana tidak seperti yang ada di dunia? O,
hanya Allah yang tahu.
Allahuma inni as-aluka ridhaaka wal jannah. Ya Allah,
aku mohon ridha-Mu dan surga-Mu. Amin.
( halaman 398 )
D. Unsur-Unsur
Ekstrinsik
1.
Biografi Pengarang :
Pofil Penulis
HABIBURRRAHMAN EL
SHIRAZY, LAHIR DI Semarang, pada hari Kamis, 30 september 1976. Memulai pendidikan
menengahnya di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok
Pesantren Al Anwar, Maranggen, Demak di bawah asuhan KH. Abdul Basir Hamzah.
Pada tahun 1992 ia merantau ke Kota Budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah
aliyah Program khusus ( MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995 setelah itu
melanjutkan pengembangan intelektualnya ke Fak. Ushuluddin, Jurusan Hadis, Universitas
Al-Azhar, Cairo dan selesai pada tahun 1999. Telah merampunmgkan
Postgraduate Diploma ( Pg. D ) S2 di The Institute for Islamic Studies in
Cairo yang didirikan oleh Imam al-Baiquri ( 2001 ). Profil karyanya pernah
menghiasi beberapa koran dan majalah, baik local maupun Nasional, seperti solo
Pos, Republika, Annida, saksi, sabili, Muslimah, dll.
Beberapa karya Kang Abik, baik yang sudah maupun akan
terbit, Ketika Cinta Berbuah Surga ( Cetakan ke-2 MQS Publishing, 2005
), Pudarnya Pesona Cleopatra ( Cetakan ke 2, Republika, 2005 ), Di
Atas Sajadah Cinta ( Cetakan ke-3, Basmala, 2005 ). Sekarang merampungkan Langit
Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, Dalam Mihrab
Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Dari beberapa novel yang sedang
dirampungkannya itu, setelah kesuksesan Ayat-Ayat Cinta yang meledak dan
fenomenal, Kang abik, memilih akan segera meluncurkan novel Ketika Cinta
Bertasbih terlebih dahulu. Novel ini diperkirakan setebal 500 halaman dengan
setting Mesir- Indonesia ini semoga lebih baik dan lebih berkah.
2.
Waktu Penciptaan :
Negara Mesir Khairo Al-Azhar
3.
Situasi Penciptaan :
Kebanyakan hal yang menyedihkan saat Fahri di tuduh memperkosa seorang gadis
Mesir yaitu Noura, saat Maria Terbaring di rumah sakit, saat Fahri di Penjara
dan terakhir saat Maria meninggal dunia.
4.
Karya Sejaman :
tahun 2000, atau angkatan 2000





0 komentar:
Posting Komentar